someday

aku berbaring disampingmu merapikan rambutmu yang sedikit berantakan !

“sayang ini tahun ke tiga kita berumah tangga”. ucapku

pengantin ku hanya diam saja.

wanita yang mengenekan baju pengantin itu adalah istriku.

wanita yang kunikahi 3 tahun lalu, dia masih terlihat cantik bukan ? walaupun mukanya sekarang sedikit terlihat gemuk dan pucat.

malam ini aku membawa pengantiku itu ke meja makan, aku telah menyiapkan makan malam spesial untuk nya.

sepasang lampu pijar menemani kami, “sayang kamu ingat janji ku ?”.

“iya janji bakal ada disamping kamu sampai akhir nafas ku”.

“sayang aku menulis sesuatu untuk mu, kamu mau baca ?”. pengantinku hanya diam.

“yaa udah biar aku yang bacain yaa ”

“suatu hari nanti aku akan berada disampingmu sayang dan memelukmu erat, maafkan aku yang tidak bisa menerima kepergianmu dan memilih jalan ini tapi ketahuilah sayang aku melakukan ini karena aku cinta padamu. aku tidak menghiraukan hukuman Tuhan hanya karena aku cinta padamu. untuk mencintai mu aku aku rela menerima hukuman Tuhan, aku harap hanya Tuhan yang menghukumku atas cinta ku ini, bukan kamu. suatu hari nanti aku berharap Tuhan aku mengampuniku atas ketidak berdayaanku menerima takdirnya. aku berdoa agar suatu hari nanti kita berada di pelaminan kembali di surga Tuhan. ”

*pria diatas adalah seorang psikopat yang telah hidup lebih dari 1tahun dengan seorang mayat yang diawetkannya hanya dengan balsem, pria ini belum bisa menerima kepergian sang istri. sang istri meninggal dalam sebuah kecelakaan dan pria ini telah berjanji setelah merayakan hari jadi mereka untuk tiga tahun dia akan menguburkan istrinya.

Iklan

Mengertilah !

aku dan sinta sudah 2 tahun menjalani hubungan ini.

aku sangat mengenalnya, dia sangat menyukai kejutan.
begitu juga sebaliknya di juga sangat mengenalku, dia tau semua yang ku benci dan yg kusuka.

esok adalah hari lahirnya, dan aku sudah tau apa yang harus ku lakukan.

yah benar sebuah kejutan !

Keesokan harinya.

Aku berjalan tertatih menyusuri jalan pulang.

aku menyiapkan semuanya untuk mu. puluhan balon yang tak ku sukai, berdandan selayaknya badut suatu phobia yang selalu kuhindari.

sepasang sepatu idamanmu yang ku beli dengan keringat ku sendiri.

itu semua untuk mu . Kau dengar Untukmu !

semua kemarahan itu ku lampisankan pada diriku sendiri.

aku hanya bisa menyalahkan diri ku sendiri untuk semua ini, karena aku tak layak untuk mu dimata ibu mu.

“sebaiknya kamu pulang andi, dan jangan temui Sinta lagi ” kata ibu malam itu.

“kenapa tante ? hari ini ulang tahun sinta andi ingin memberikan dia kejutan”

“kamu tidak dengar tante bilang pulang, Sinta minggu depan akan pindah kesurabaya tante gak mau bikin langkah sinta berat gara-gara kamu”

“baiklah tante, andi pulang !”

pagi ini aku belum tidur dan menghapus dandanan menyeramkan ini.

kriiing-kriiing, aku tau itu kau sinta.

“ANDI KAMU JAHAT !” suara sinta di telpon yang sedang marah.

aku hanya diam . “KENAP NDI, KENAPA KAMU HANYA DIAM ?”

“kita putus” hanya itu yang keluar dari mulutku sebelum aku menutup telponmu.

hati ku menangis, aku membohongi semua perasaan ku, aku tak mengerti apa seperti ini yang namanya cinta.

yang ku lakukan benar atau salah aku tak peduli, aku hanya ingin sinta pergi dengan tangis kebencian atas ku.

yang membuat langkahnya terasa ringan untuk pendidikannya kelak !

Menatap tak berdaya

Aku mengagumi mu lebih dari yang kau tau.

mengingat mu di dalam sebuah rajah tubuh yang menyakitkan

sangat memuja mu tapi tak melebihi Tuhan tapi tetap dengan penuh cinta

tampak bodoh dan tak berdaya mendapati mu meninggalku begitu saja

aku tak merasakan yang kau rasa kan

“dinda apakah kau merasakan sakitnya ?”

Dinda hanya diam, karena separuh jiwa tak ada di raga.

di telah 2 minggu menginap di rumah sakit ini.

2 jarum infus menacap di kedua lengannya.

namun apakah ini hukuman yang pantas untuk ku ?

Tuhan aku ingin menggantikan posisi Mu Tuhan, Doa ku malam ini.

agar dia tak lagi merasakan sakitnya.

melihatmu lemah tak berdaya dengan segala rasa sakit

mendapati mu menyapa malaikat maut dan aku hanya bisa diam.

Doa ku pada Mu belum menemui nomor antriannya.

maafkan aku sayang hanya diam tanpa dapat berbuat apa-apa.

semoga kau tenang disana.