Topeng

aku ingin kau mengenakan ini bersama ku !

ya sebuah topeng

aku ingin kau !

menertawai tangis mu dan menangisi tawa mu

karena topeng ini yang membantu ku tertawa disaat dunia tak bersahabat

topeng ini juga membantu ku menangis agar dunia tak iri akan kebahagiaan ku

Home

Disini awal sebuah kehidupan dimulai,satu titik yang akan menjadi sebuah garis dan gambar yang indah.

Disini dimana bekal untuk menantang kehidupan diberikan,

tempat dimana canda dan duka berkawan, tempat tubuh bersandar saat dunia tak lagi berkawan,

tempat ini lah yang akan menjadi pelabuhan terakhir saat pelayaran tak lagi dibuka.

Jalan didepan mungkin masih sangat panjang, tidak satu pun tahu dimana kaki ini akan berhenti melangkah

tapi ketika langkah terasa berat maka sejenakl ah berhenti, kembali ke tempat dimana semua orang akan menerima mu dan melayanigmu

dengan sepuenh hati, memperhatikan semua cerita perjalanan hidupmu.

Dan keluarga adalah tempat paling tepat untuk kembali.

Ayah !

Masa kecilku terasa indah saat aku menyadari aku memilikinya.

Pria dewasa yang membuatku memiliki banyak kesempatan yang tidak dia punya di masa kecilnya.
Ayah membuatku mendapatkan tempat istimewa di tengah keramaian yaitu di pundaknya.
Ayah Bisa menghentikan membaca koran pagi di hari minggu saat aku ingin bercanda.
Ayah mau mengganti acara tinju kesukaannya demi kartun favoritku.
Ayah tidak pernah lupa membayar spp sekolah kami tiap semesternya walau kami tidak mengingatkannya, tidak sedikitpun ayah merasa terbebani walau kadang aku berpikir seberapa berat beban yang harus ia pikul.
Ayah selalu bilang pulang lah saat ibu mengatakan jangan pulang.
Ayah akan memilih meninggalkan kami untuk pekerjaannya walau berlibur besama keluarga jauh lebih menyenangkan.
Ayah mungkin tampak galak dimata teman-teman ku tapi Ayah tetap sosok yg menyenangkan bagi ku.
Ayah tidak ikut marah saat ibu menemukan puntung rokok di saku sekolah ku tapi dengan sabar ia menasehati ku.
Mungkin ayah selalu meninggalkan ku untuk bekerja tapi aku tau di sela-sela kesempatannya dia selalu menanyakan keadaan anak-anaknya pada ibu.
Mungkin ayah tidak pernah bilang “awas nanti jatuh” seperti yang sering ibu bilang, karna aku tau ayah yakin anak laki-lakinya bisa.
Mungkin ayah tidak seperti ibu yang bilang “keuangan kita sedang sulit” saat aku meminta sesuatu tapi ayah akan bilang dengan tegas “IYA tapi tidak sekarang”.
Ayah kau mengajarkan ku arti kejujuran.
Ayah kau mengajarkan ku arti kerja keras.
Teriakmu tidak hanya membuat bising telinga ku tapi meresap hingga kedalam rongga hati.
Ocehanmu tidak menyakitkan hati tapi menyembuhkan semangat yang kadang patah.
Nasehatmu membuatku menemukan jalan terang bukan malah menyesatkan.
Motivasi darimu buat napas baru di hidup ku bukan malah menyesakkan paru-paru ku.
Engkau membuat mudah jalan yang sulit ku lalui,
Engkau membuat ringan beban yang ku pikul,
terimakasih ayah !