Ferrasta Soebardi

Tokoh lawak legendaris ini menurut saya adalah orang yang sangat patut untuk di teladani, pada saat saya masih duduk di bangku sekolah dasar mungkin beliau sudah sangat aktif dalam dunia pertelevisian saya masih sangat ingat dengan acara nya “jari-jari”.

Dari biografi yang saya baca beliau sudah mulai berkarier di dunia lawak pada masa kuliah, beliau pernah memenangkan lomba lawak mahasiswa pada tahun 1978.

Beliau juga sempat membuat grup lawak yaitu bahana joke dan juga FKR 246, Om pepeng juga pernah merambah dunia perfilman yang saya tau Om pepeng pernah bermain di film Rojali dan juleha, sama-sama enak dan anunya kamu.

Dan yang membuat saya tergila-gila lagi sama Om pepeng ini adalah dia juga bisa bekerja sebagai pegawai low.

buktinya Om pepeng juga pernah bekerja sebagai pegawai bank di pinaesaan pada tahun 1988 dan sempat juga bergabung di bakrie brothers pada tahun 1989.

Satu lagi OM pepeng juga pernah terjun di dunia politik yang saya tahu Om pepeng pernah menjadi kader dari partai PKS sebelum beliau mengidap penyakit langka yang membuat Om pepeng harus menggunakan kursi roda. 😦

Dan sekarang penyakit yang bersarang di tubuh sang Legenda itu harus membuat nya berbaringa di tempat tidur, tapi Om pepeng yang telah saya nobatkan sebagai idola saya tidak menyerah begitu saja beliau tetap aktif menulis dari laptop nya itu yang membuat saya jatuh hati dan memberikan penobatan tersebut.

Kado special untuk Om pepeng di buat kan gambar karikatur, dan yang hebatnya bukan hanya satu atau dua karikaturis tapi ratusan karikaturis di Indonesia ikut serta menggambar raut wajah Om pepeng dalam berbagai tema. tapi sayang saya tidak bisa ikut serta karna saya bukan karikaturis.😦

Dan walaupun beliau terbaring sosoknya tidak henti memberi inspirasi Om pepeng kembali kedunia hiburan Om pepeng dengan tempat tidur kesayangan nya dan lukisan-lukisan karikaturis nya muncul di televisi dalam acara “ketemu pepeng” yang di siarkan di stasiun swasta (tv one).

Pelajaran yang dapat kita ambil dari beliau adalah kenapa beliau yang sudah tidak muda lagi dan hanya dapat terbaring di tempat tidur dapat memiliki semangat sebegitu besar dan menghasilkan karya-karya hebat, dan kita anak muda malah seakan kehilangan jati diri dan hanya bergelut di dunia yang menuju ke arah barat dan tidak menghasilkan apa pun.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s